Sidik Jari Manusia Purba Berusia 43 Ribu Tahun di Batu Kerikil Granit. Lokasi situs San Lázaro rock shelter berada di tengah Semenanjung Iberia di sektor lembah Sungai Eresma. Tempat itu dibentuk menjadi massa karst yang berkembang di kapur batu dolomit. Wilayah ini berjarak kurang dari 400 meter dari situs Mousterian kontemporer lainnya yang telah mengungkapkan adanya aktivitas antara tahun 44 ribu dan 41 ribu tahun yang lalu, seperti di Abrigo del Molino rock-shelter dan Abrigo del Molino superior.
“Bukti pendudukan paleolitik oleh Homo sapiens belum ditemukan di situs tersebut, yang menekankan kehadiran intens Neanderthal di lembah tersebut selama Marine Isotope Stage 3 (sekitar 60 ribu sampai 30 ribu tahun yang lalu),” tulis dalam artikel ilmiah tersebut.
Sidik Jari Manusia Purba Berusia 43 Ribu Tahun di Batu Kerikil Granit
Objek batu yang diteliti berasal dari lapisan level H, salah satu dari 16 lapisan litostratigrafi pada lokasi situs tersebut. Usia lapisan tanah itu berusia sekitar 43 ribu hingga 42.300 tahun. Penemuan batu bersidik jari tersebut pada Juli 2022 dalam masa eskavasi pada 2021 hingga 2023. Selanjutnya tim peneliti melakukan analisis mendalam, termasuk dengan pemindaian dan analisis bentuk sidik jari.
Menurut para peneliti, sidik jari yang teridentifikasi pada titik yang disebut oker—setelah analisis multispektral tidak diragukan dibuat oleh seorang Homo Neanderthal, manusia yang hidup di masa itu di Eropa. Tanda merah itu teridentifikasi sebagai gambar yang cocok dengan sidik jari dan kemungkinan berasal dari tangan laki-laki dewasa.
Dari hasil identifikasi, oker merah itu merupakan pigmen alami yang mengandung oksida besi dan mineral lempung. Bentuknya berupa titik melingkar dan hanya pada satu batu. Hasil analisis multispektral dengan UV reflectography memperlihatkan garis-garis kemerahan (punggungan) dan garis-garis putih (lembah) yang lebih kurang paralel.
“Lebar rata-rata garis kemerahan adalah 0,48 milimeter, dengan kisaran minimum 0,39 milimeter dan maksimum 0,61 milimeter,” menurut tulisan artikel ilmiah tersebut.
Dugaan yang menguatkan bahwa garis-garis itu merupakan sidik jari adalah perbandingan dengan sidik jari manusia saat ini. Tim peneliti juga membandingkan dengan basis data kepolisian yang menunjukkan bahwa minutiae yang terdeteksi kompatibel dengan area falang distal jari (ujung jari) atau telapak tangan.
Tim peneliti memiliki hipotesis bahwa oker warna merah pada batu dibuat sengaja dengan cara ditekan atau dioleskan menggunakan jari. Selain itu, Homo Neanderthal menganggap objek ini sebagai simbol visual atau dapat dianggap sebagai seni portabel dalam pengertian arkeologis yang luas. Ini menunjukkan adanya pikiran manusia yang mampu melambangkan, membayangkan, mengidealkan, dan memproyeksikan pemikirannya pada sebuah objek.
“Ini juga menjadi salah satu informasi tertua yang diketahui tentang sidik jari Neanderthal, dan yang tertua yang ditemukan berasosiasi dengan pigmen,” menurut tim peneliti.
Sidik Jari Manusia Purba Berusia 43 Ribu Tahun di Batu Kerikil Granit
Sumber : tempo.co